Membukukan Skripsi, Tesis, atau Disertasi, Kenapa Tidak?

Contoh buku-buku yang diolah dari skripsi, tesis, dan disertasi. (Dok. Hanum Publihser)
Contoh buku-buku yang diolah dari skripsi, tesis, dan disertasi. (Dok. Hanum Publihser)

 

Menulis dan menerbitkan buku adalah sebuah cara untuk mengabadikan nama kita, agar terus abadi menembus zaman. Seperti yang dinyatakan oleh sastrawan Pramoedya Ananta Toer, “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang dari masyarakat dan arus pusaran sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”

Faktanya memang demikian. Banyak orang yang sudah meninggal puluhan tahun, bahkan ratusan tahun, namun namanya terus disebut dan dikenang karena karyanya yang terus dibaca oleh generasi sesudahnya. Sebaliknya banyak orang yang namanya dilupakan segera setelah ia masuk ke liang lahat.

Karenanya tepatlah bila ada pihak yang menginisiasi “Gerakan Minimal Menulis dan Menerbitkan 1 Buku Seumur Hidup”. Karena 1 buku yang diterbitkan, kemudian disebarkan dan lalu disimpan di berbagai perpustakaan, setidaknya berpotensi menjadikan namanya bisa terus dikenang oleh generasi-generasi sesudahnya. Setidaknya oleh anak keturunannya.

Sayangnya, meski hanya sebuah buku pun, masih saja banyak yang merasa berat dengan berbagai macam alasan yang dikemukaan. Dari alasan “sibuk” sampai alasan “gak bisa menulis” sehingga membuat malas menulis.

Nah, bagi yang pernah mengenyam pendidikan S1, S2, atau S3, tapi masih berat untuk menulis sebuah buku pun, ada solusi yang cespleng untuk mengatasinya. Yakni, kenapa tidak membukukan skripsi, tesis, atau disertasi yang pernah dibuatnya sebagai syarat mendapatkan gelarnya? Asal tahu, ada banyak buku yang terbit yang diolah dari skripsi, tesis, atau disertasi. Bahkan sebagian di antaranya membukukan penjualan yang bagus alias best seller karena diminati oleh publik.

Contoh skripsi yang dibukukan adalah buku Santri NU Menggugat Tahlilah yang diterbitkan oleh penerbit Mujahid Press (Bandung). Buku karya Harry Yuniardi itu diolah dari naskah skripsinya yang mengangkat tema prevalensi perjamuan tahlilan dalam perspektif Islam. Buku ini termasuk best seller karena terjual hingga puluhan ribu eksemplar.

Contoh tesis yang dibukukan adalah buku berjudul “KAMMI dan Pergulatan Reformasi, Kiprah Politik Aktivis Dakwah Kampus dalam Perjuangan Demokratisasi di Tengah Gelombang Krisis Nasional Multidimensi” karya Mahfudz Sidiq. Buku tersebut berasal dari tesis penulisnya di Program Pasca Sarjana Ilmu Politik, Universitas Nasional, Jakarta. Buku tersebut diterbitkan oleh penerbit Era Intermedia (Solo), cetakan pertama Oktober 2003.

Contoh tesis lainnya yang dibukukan adalah tesis dari pengamat politik Burhanudin Muhtadi. Tesisnya di The Australian National University (ANU), Canberra, Australia, berjudul “Thinking Globally, Acting Locally: Analyzing the Islamist Activism of Indoesia’s Prosperous Justice Party (PKS) from a Social Movement Theory Perspective”. Tesis tersebut diterjemahkan dan diolah lalu diterbitkan dengan judul “Dilema PKS, Suara dan Syariah” oleh penerbit Kepustakaan Populer Gramedia (KPG), cetakan pertama Maret 2012.

Adapun contoh disertasi yang dibukukan adalah disertasi Dr. Sopa, M.Ag berjudul “Sertifikasi Halal Majelis Ulama Indonesia, Studi atas Fatwa Halal MUI terhadap Produk Makanan, Obat-obatan, dan Kosmetika.” Disertasi tersebut yang telah diuji dan dipertahankan penulisnya dalam sidang terbuka di Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada tahun 2008 itu, kemudian diterbitkan oleh penerbit Gaung Persada Press (Tangerang) dengan judul yang sama, cetakan pertama Desember 2013.

Contoh disertasi lain yang dibukukan  adalah disertasi dari ulama ahli hadits Indonesia Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Yaqub, MA (Allahu yarham). Disertasi doktor hukum Islam Universitas Nizamia Hyderabad India itu berjudul “Ma’ayir al-Halal wa al-Haram fi al-Ath’imah wa al-Asyribah wa al-Adwiyah wa al-Mustahdharat al-Tajmiliyyah ‘ala Dhau’ al-Kitab wa al-Sunnah”. Tesis tersebut diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, lalu diterbitkan dengan judul “Kriteria Halal-Haram Untuk Pangan, Obat, dan Kosmetika Menurut Al-Qur’an dan Hadis” oleh penerbit Pustaka Firdaus (Jakarta).

Dan masih banyak contoh-contoh lainnya. Dari contoh-contoh tersebut di atas, menerbitkan naskah skripsi, tesis, atau disertasi merupakan langkah yang patut ditiru. Karenanya, jangan ragu untuk membukukan karya tulis Anda itu? Setidaknya sebagai ‘prasasti intelektual’ untuk bisa dibagikan ke kolega, sahabat, dan handai tolan. Bisa juga sebagai best-gift di hari spesial Anda. Semoga bermanfaat.* (Tim Hanum Publisher).

Facebook Comments

One Comment on “Membukukan Skripsi, Tesis, atau Disertasi, Kenapa Tidak?”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *