Surga Tanpa Lelaki, Sebuah Novel

Kalau saja saya menuruti keinginan berhenti membaca di bab-bab awal, mungkin saya tak tahu betapa menariknya kisah Surga Tanpa Lelaki ini secara keseluruhan. Mulanya memang membosankan, tapi begitu menginjak halaman 29 dan seterusnya, rasa penasaran saya mulai menjadi dan enggan berhenti. Tema yang sebetulnya biasa, tapi bisa begitu apik diurai penulis dalam rangkaian kalimat-kalimat. Kisah-kisah kekuatan mental perempuan seperti inilah yang seyogianya dibaca oleh seluruh perempuan dimana saja. Sebab, tak ada yang bisa menjamin bahwa hidup akan selamanya indah.

Ade Wulan, penulis buku Everyone Can Be Happy

“Sebagai seorang bidan dan pegiat kesehatan ibu & anak, saya sangat terharu dengan kisah Retno di novel ini. Dalam keadaan hamil tua, ia harus tetap banting tulang mencari nafkah sebagai buruh pabrik, untuk menghidupi keluarganya. Sebuah potret realitas hidup yang masih banyak kita jumpai. Dan novel ini saya rekomendasikan untuk dibaca. Sangat bagus!”

-Nurhayati, A.Md.Keb, Koordinator Bidang Motivator Kesehatan Ibu dan Anak (MKIA) FMM KIA Kabupaten Grobogan, Jawa tengah

Novel ini berkisah tentang Nok (Retno), seorang perempuan muda nan cantik berlatar belakang keluarga miskin. Ia hanya tinggal bersama ibunya yang seorang buruh pabrik; sedang ayahnya pergi entah ke mana sejak Nok masih balita.

Cerita bermula saat Nok, tokoh sentral dalam novel ini, mengalami kesulitan keuangan semasa sekolah di sebuah SMK. Seorang lelaki bernama Eko datang bak ‘dewa’ penolong. Nok pun terpedaya oleh obral kebaikan dari lelaki yang selalu menampilkan diri sebagai sosok yang perlente, alim, dan kaya itu. Menikahlah mereka akhirnya.

Namun justru petaka dimulai setelah Nok menikah dengan Eko. Penderitaan demi penderitaan dialami oleh Nok. Tidak hanya perilaku Eko yang berubah, pailitnya usaha Eko juga menjadi sumbu masalah. Bahkan hingga menyeret Eko ke penjara.

Rupanya, penjara tak membuat Eko sadar. Malah membuatnya kian lupa daratan. Suka judi dan main perempuan, membuat Eko tak hanya melupakan tanggung jawab sebagai kepala keluarga; namun juga membuat Eko terjerat utang, yang kembali menyeretnya ke penjara.

Bagaimana perjuangan Nok bertahan hidup? Menafkahi ibunya dan dua orang anaknya tanpa kehadiran suami? Bagaimana pula nasib rumah tangga Nok bersama Eko? Novel ini secara sangat bagus mengisahkan perjuangan seorang perempuan, tidak hanya untuk bertahan hidup, tapi juga untuk menggapai mimpi dan cita-citanya. Apakah mimpi dan cita-cita Nok? Dan akankah terwujud? Selamat membaca novel yang akan menghari biru pembacanya ini!

Judul: Surga Tanpa Lelaki (Sebuah Novel);

Penulis: Lestari Ambar Sukesti;

Penerbit: Hanum Publisher;

Cetakan Pertama: 2018;

Tebal buku: 186 hlm;

Order buku via online: www.pustakanusantara.com

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *